Pemkab Semarang Gelar Pra Musrenbang Tematik Stunting 2026
"Transformasi Strategi Menuju Generasi Bebas Stunting"




UNGARAN – Pemerintah Kabupaten Semarang menunjukkan komitmen serius dalam mencetak generasi berkualitas melalui penyelenggaraan Pra Musrenbang Tematik Stunting Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (11/03/2026) di Ruang Rapat Dharma Satya ini menjadi tonggak awal transformasi penanganan stunting dari fokus percepatan penurunan (P2S) menjadi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S).
Acara dibuka langsung oleh Wakil Bupati Semarang selaku Ketua Tim Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting (TPPS). Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa stunting bukan sekadar masalah gizi, melainkan tantangan krusial bagi produktivitas dan daya saing masa depan daerah.
Capaian Positif dan Tantangan Baru
Berdasarkan data yang dipaparkan, Kabupaten Semarang mencatatkan performa yang membanggakan. Merujuk hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting berada di angka 14,5% (peringkat 14 terbaik se-Jawa Tengah). Sementara itu, data E-PPGBM 2025 menunjukkan angka yang lebih rendah, yakni 2,94%.
Meski demikian, terdapat 9 kecamatan yang masih memiliki prevalensi di atas rata-rata kabupaten, di antaranya Kecamatan Bringin, Pabelan, dan Pringapus. Hal inilah yang mendorong perlunya intervensi yang lebih tajam dan terfokus pada lokasi prioritas (lokpri).
Transformasi P3S: Lebih dari Sekadar Penanganan
Kepala Bapperida Kabupaten Semarang menjelaskan bahwa mulai tahun 2026, sesuai arahan Kemendagri, terdapat perubahan mendasar dalam aksi konvergensi:
-
Fokus Pencegahan: Intervensi dilakukan sejak dini (hulu), bukan hanya saat anak sudah stunting.
-
6 Pilar Operasional: Penjabaran dari 31 indikator utama yang melibatkan lintas OPD.
-
Peran Strategis Kecamatan: Kini kecamatan bertindak sebagai pelaksana aksi, bukan lagi sekadar pendukung.
Apresiasi dan Kolaborasi Lintas Sektor
Dalam forum ini, Pemerintah Kabupaten Semarang memberikan apresiasi tinggi kepada mitra yang berdedikasi:
1. PT. Sido Muncul Tbk. atas kontribusi intervensi di kecamatan lokpri.
2. Pemerintah Desa Rembes (Kec. Bringin) sebagai desa berkinerja terbaik peringkat ke-4 tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2025.
Strategi 2026-2027: Fokus pada Efektivitas Anggaran
Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang mengingatkan pentingnya efisiensi anggaran. Sesuai arahan nasional, belanja pegawai ditekan di bawah 30% agar anggaran dapat dialokasikan langsung pada intervensi nyata di lapangan.
Selain itu, mulai 2026 akan dilaksanakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi sasaran prioritas: Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita Non-PAUD (B3).
Penentuan 30 Desa Lokasi Prioritas (Lokpri) 2027
Melalui analisis situasi yang mendalam, forum telah merumuskan 30 desa/kelurahan calon Lokpri 2027. Desa Kalongan (Ungaran Timur) menempati urutan pertama dengan skor bobot tertinggi. Daftar ini akan difinalisasi melalui rapat lanjutan untuk memastikan intervensi tepat sasaran sesuai kapasitas sumber daya daerah.
Tindak Lanjut
Hasil dari Pra Musrenbang ini akan dibawa ke forum Musrenbang RKPD 2027 dan RKPD Perubahan 2026. Seluruh Perangkat Daerah diminta mengawal usulan prioritas ini dalam Rencana Kerja (Renja) masing-masing guna memastikan konvergensi program menyentuh hingga tingkat rumah tangga.
Poin Utama Hasil Forum:
-
Evaluasi Intervensi Spesifik: 11 dari 15 indikator (73,33%) sudah memenuhi target nasional.
-
Fokus Perbaikan: Percepatan pada pemberian asupan gizi untuk balita dengan berat badan tidak naik/kurang.
-
Inovasi: Integrasi layanan kesehatan dengan administrasi kependudukan (jemput bola akta kelahiran dan kepesertaan BPJS bagi sasaran stunting).